Rabu, 19 September 2012

syukur


nia : sudah selesai kuliah nya say?
me : udah say..insyaALLAH okteber wisuda, km gimna ?
nia : aku masih dua tahun lagi nih, dulu kan ngumpulin duit dulu buat kuliah..hehee...wah traktir ya, kalo pulang oleh2 loo..:P

sepintas obrolan via chat di fb dengan teman sma, nia gadis ceria yang tak bisa ku tebak bagaimana ekspresi sedihnya, setau ku dia tetap saja tertawa dan semangat setiap waktu. tentu sangat berbeda denganku yang gampang ditebak suasana hati.
hhmm.. nia benar-benar menginspirasiku hari ini, bagaimana aku harus terus berjuang sama seperti dia walaupun dalam lingkup yang berbeda.

dulu sempat ia sampaikan rasa cemburunya padaku dalam candaan khasnya

"kamu tinggal belajar yang bener aja mi, tinggal leha-leha..hahaa...kalo laper tinggal beli makan, kalo gak ada duit tinggal minta, nah aku mesti nguli dulu nih..hahaa"...

bagiku itu teguran yang dahsyat saat itu, jadi keputusan untuk tidak boros dana belajar keras adalah pilihanku untuk membayar semua jerih payah orang tua di sebrang sana.

ya..aku memang bukan nia yang benar-benar penuh perjuangan, dari bekerja sana sini, keluar kerja jadi ini jadi itu, mesti banyak pertimbangan hanya untuk membeli sesuatu yang ia butuhkan, beda jelas denganku yang lebih sering mempertimbangkan hal-hal yang aku inginkan dari pada hal yang aku butuhkan..

dan aku pun cemburu padanya..mungkin seperti cemburunya ia padaku

bagiku bekerja sambil kuliah adalah hal yang menakjubkan untuk seorang perempuan. di saat anak-anak remaja sibuk mengikuti trend-trend yang tak pernah ada ujung, nia tetap dalam gaya sederhananya.
setiap orang sibuk mengikuti perkembangannya teknologi, nia masih saja dengan hape bututnya..

nia bekerja sebagai penjaga warnet di malam hari, dan bekerja sebagai SPG di siang harinya, sedang aku dapat mengatur jadwal dengan diselingi waktu istirahat yang cukup...sangat santai dan tak banyak pikiran.

aku tak memikirkan bagaimana mahalnya biaya kos, limit nya keuangan, atau bahkan biaya perkuliahan yang tak ada toleransi. aku hanya tinggal menyebutkan nilai nominal kepada orang tua, dan sedikit bersabar menunggu transferan dari mereka. 
"..tentu aku cemburu pada nia..dan mungkin seperti nia yang cemburu pada ku. aku tak tau bagaimana rasanya letih bekerja dengan beragam pikiran dan tuntutan, tapi dapat tetap tersenyum ceria seperti nya. hhmm..bahagia sekali ketika hidup sangat produktif seperti itu.

tapi beginilah hidup, diuji dalam kesyukuran atas nikmat, atau bersabar dalam keterbatasan. tapi esensinya kami berada dalam perjuangan ibadah kerna ALLAH. semoga rasa cemburu yang ALLAH titipkan pada kami menjadi cambuk untuk masing-masing hati untuk bersyukur dalam segala keadaan, baik lapang maupun sempit.

pengalaman nia dan segala sisi positive nya dapat ku tuai dan ku jadikan inspirasi..agar tak luput dalam kesenangan dan tetap belajar keras, walaupun tak sehebat nia semoga ALLAH jua memberi pahala yang berlipat ganda...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar